Ikorti Jatim dan
Kendos Running Crew Edukasi Kesehatan Gigi di CFD Tunjungan
SURABAYA, HARIAN DISWAYSURABAYA, HARIAN DISWAY - Tunjungan lagi cantik-cantiknya, Minggu, 3 Mei 2026. Orang-orang Surabaya tumpah ruah di Car Free Day (CFD). Ada yang jalan santai. Ada yang lari. Ada juga yang sekadar cari keringat sambil berburu sarapan.
Namun, bagi
Ikatan Ortodontis Indonesia Pengurus Wilayah Jawa Timur (Ikorti Jatim), bugar
saja belum cukup. Senyum juga harus rapi.
Mereka menggelar
edukasi on the road di depan DoubleTree by Hilton. Tema serius
dikemas dengan santai: Ayo Rapikan Gigi. Mereka menggandeng Kendos Running
Crew.
Dr. Arya
Brahmanta, Ketua Ikorti Jatim, turun langsung. Bahkan ada Prof. Dr. Endah
Mardiati di sana. Para pakar ortodonti itu gelisah. Ada fenomena yang bikin
mereka elus dada: behel instan.
Padahal, yang
terpenting dari behel adalah fungsinya, bukan penampilannya. Kesehatan jangka
panjang harus menjadi prioritas.
Gigi yang
berantakan kalau dipaksa rapi oleh tangan yang salah, urusannya bisa panjang.
Bukannya rata, malah bisa jadi penyakit.
IKORTI ingin
meluruskan itu. Sambil lari, sambil edukasi. Bahwa sehat itu satu paket. Dari
ujung kaki sampai ke susunan gigi.
Masyarakat
diajak dialog. Konsultasi langsung dengan ahlinya. Tidak ada lagi cerita
tentang tertipu oleh iklan behel abal-abal yang menjamur di media sosial.
Surabaya memang
harus jadi pelopor. Masyarakatnya harus cerdas. Harus bijak memilih perawatan.
Jangan sampai karena ingin senyum indah, malah jadi susah.
Olahraga itu
penting. Gigi rapi itu pendukung. Keduanya butuh disiplin, dan tentu saja,
butuh ahli yang benar.
Senyum yang
sehat itu dimulai dari pemahaman yang benar. Bukan dari nekat yang berujung
berantakan.
About Us
SEKILAS IKORTI
Rintisan Ikorti dimulai tahun 1975 bersamaan dengan yubileum PDGI (pada saat itu 25 tahun) di Bandung. Acara diadakan di gedung yang di tahun 1955 dipakai untuk Konferensi Asia Afrika. Dicanangkan akan adanya Ikatan peminat ortodonti. Surabaya (bukan Jawa Timur) mendapat tugas untuk membuat draft AD ART. Draft disontek dari AD ART PDGI, dengan penyesuaian di sana-sini. Pembahasan AD ART baru dilaksanakan tahun 1978 bersamaan dengan 50 tahun Pendidikan Dokter Gigi di Surabaya. Pada saat itu masih berupa ikatan peminat dengan ketuanya adalah Prof. Nini Winoto kemudian Prof Soekotjo.
Bersamaan dengan Kongres PDGI di Bandung tahun 1999 diadakan pertemuan anggota Ikorti. Dalam pertemuan tersebut drg. Jusuf menyatakan kesediaan Surabaya menjadi tuan rumah Kongres Ikorti, dan disetujui oleh peserta pertemuan.
Di Surabaya, sepulang dari Bandung, dibentuklah panitia penyelenggara Kongres Ikorti dengan drg. Jusuf sebagai Ketua Panitia. Panitia memutuskan Kongres Ikorti diadakan 6 bulan sesudah pertemuan Bandung, jadi bulan November 1999. Para dosen senior Ortodonti sempat ragu apakah bisa menyelenggarakan Kongres dalam waktu 6 bulan,
Di Kongres di Surabaya diputuskan anggota Ikorti adalah dokter gigi spesialis ortodonti (ortodontis).
Dengan adanya kongres di Surabaya dapat dikatakan lahirnya "The real Ikorti" karena anggotanya para ortodontis.
Since 1999






























